Tuesday, 15 August 2017

(Solo Culinary) Daegu Korean Grill



 Baca dalam Bahasa Indonesia      Read in English


Saya sebenarnya sedikit asing dengan makanan Korea dan bukan termasuk pecinta makanan Korea, mencoba nya pun tidak sering dan hanya beberapa kali. Namun, pengalaman bersantap di Daegu benar-benar membuat saya mulai mencintai makanan Korea. Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk mencicipi makanan otentik khas Korea yang ada di kota Solo, yaitu Daegu Korean Grill. Restoran ini terletak tidak jauh dari pusat kota  Solo, dan akses jalannya sangat mudah dijangkau, karena terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan kota solo dan klaten, atau lebih lengkapnya beralamat di Jl. Dr. Rajiman no. 402, Laweyan, Solo. Semuanya berawal dari iseng-iseng saja, karena hanya mengikuti tawaran teman untuk mencoba restoran Korea yang banyak dibilang sebagai salah satu yang terlezat di kota Solo. Desain bangunan dan suasana yang dibentuk di Daegu memang Korea banget, sangat totalitas, saya suka konsepnya. Dari sekian banyak daftar menu, saya menyempatkan memotret beberapa diantaranya dan jujur saja banyak yang asing di telinga saya, namun pada akhirnya pilihan saya jatuh pada Dolsot Bibimbap, karena sudah sejak lama saya penasaran dengan makanan tersebut dan akhirnya kesampaian juga makan Bibimbap di Daegu. Selanjutnya, saya memesan Dak Bal, Tteokbokki, dan Sundubujjigae. Menu yang saya pesan sedikit gambling karena saya belum pernah mencobanya, namun berdasarkan saran dari teman saya yang memang asli orang Korea, akhirnya saya tidak ragu memesan menu tersebut. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya hidangan pembukanya pun tiba, yaitu satu set Kimchi, Sayur2 an hijau, Kentang, dan Seperti gorengan bakwan Korea yang dipotong kecil, dari semuanya yang saya tahu hanya Kimchi saja..



Seperti biasa Kimchi merupakan satu-satunya makanan Korea yang sangat saya suka, dan rasa Kimchi di Daegu memang sangt enak dan benar-benar authentic.. Buat yang belum tahu, Kimchi adalah sejenis sayuran yang direndam dan di fermentasikan, kemudian diberi bumbu pedas. Kimchi terbuat dari Sawi Putih dan Lobak dan biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka.. Tidak terlalu lama saya menunggu, akhirnya Bibimbab saya tiba dan langsung saya campur, karena Bibimbap tidak bisa lama-lama didiamkan harus segera dicampur supaya tekstur nya tidak jadi mengeras. FYI, Bibimbap adalah makanan khas Korea yang berisi nasi putih dengan sayur-sayuran, telur mentah, daging sapi, dan saus pedas. Karena yang saya pesan adalah Dolsot Bibimbap, jadi makanannya dihidangkan menggunakan mangkuk batu yang sudah dipanaskan, karena "Dolsot" tersebut artinya mangkuk batu, namun cara penyajian Bibimbap tidak hanya menggunakan mangkuk batu saja, ada beberapa cara lainnya. Rasa penasaran saya terhadap Bibimbap akhirnya terbayar lunas dengan sempurna, dan jujur saya mengagumi rasa Bibimbap di Daegu, sungguh pengalaman pertama yang membuat saya ketagihan pengen nyobain lagi dan lagi, rasa manis, pedas, dan gurih berpadu menjadi satu dalam semangkuk nasi campur khas Korea yang sangat lezat, strongly recommended.. Menu yang saya cicipi berikutnya adalah Dak Bal, makanan ini bisa dibilang "Ceker ayam pedas" khas Korea yang dipotong kecil-kecil dan ditaburi wijen. Untuk menu yang satu ini saya cukup suka, karena jarang saya menemukan makanan Korea dengan citarasa pedas yang bisa memuaskan saya sebagai pecinta makanan pedas, karena memang makanan pedas tidak begitu populer untuk orang Korea.. Next, giliran saya mencicipi Tteokbokki, menu ini semacam kue tepung beras yang berbentuk silinder panjang, dan diberi bumbu pedas manis. Hidangan ini cukup familiar di lidah saya, rasanya unik, teksturnya kenyal, dan bumbu pedas manis nya juga sangat pas.. Dan, terakhir adalah Sundubujjigae,   hidangan khas Korea ini berisi tahu korea, sayur-sayuran, jamur, makanan seafood fermentasi khas Korea, kemudian dihidangkan panas-panas dengan kuah kecap asin dan kimchi. Makanan ini lebih menyerupai sup yang sangat cocok dimakan di musim dingin karena tekstur makanannya yang lembut dan hangat. Saya juga suka makanan ini, sangat cocok untuk menghangatkan badan..



Overall, pengalaman saya bersantap di Daegu sangat memuaskan, semua makanannya enak, pelayanannya baik dan nuansa nya Korea banget.. Untuk urusan harga sekelas restoran dengan rasa authentic seperti ini, menurut saya sangat wajar, bagaimana menurut kalian? Silahkan cek daftar menu dan harga dibawah ini.. Daegu buka setiap hari, mulai jam 8 pagi sampai jam 11 malam..






0 comments:

Post a Comment

Categories

Enter your email below to get the latest updates.. It's Free!!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner