(Solo Culinary) Mie Sumatera






 Baca dalam Bahasa Indonesia      Read in English


Saya yakin diantara beberapa orang yang mampir ke blog ini pasti penggemar berat mie! Bukan sesuatu hal yang mengherankan, mengingat mie seolah menjadi alternatif lain bagi orang Indonesia yang mulai bosan makan nasi. Bahkan tidak jarang orang-orang disekitar saya yang malah menjadikan mie sebagai makan pokok, jadi rasanya seolah belum makan kalau belum makan mie. Agak aneh ya, karena memang mayoritas orang Indonesia makan nasi setiap harinya, bukannya mie. Baiklah, masih nggak jauh-jauh dari postingan terakhir saya soal bakmi jowo di kota Solo. Untuk postingan kali ini saya masih jelajah kuliner di kota Solo, namun menunya jelas berbeda, yaitu Mie Ayam dan Yamie. Saya yakin sebagian masyarakat Solo tahu betul dimana letak Mie Ayam yang sebagian besar teman-teman saya bilang kalau merupakan salah satu yang terlezat di kota Solo. Well, nama warungnya adalah Mie Sumatera, beralamat di Jl. Ir. Juanda No.104 Gandekan, Gandekan, Jebres, Kota Surakarta dan buka mulai jam 07:30 pagi sampai jam 09:00 malam. Berbekal cerita dari kawan-kawan saya yang sudah lebih dulu mampir dan mencicipi Mie disini, saya cukup yakin untuk singgah ke Mie Sumatera. Tempatnya tidak besar, malah cenderung sempit, mengingat banyaknya orang yang makan disini, bahkan di hari biasa dan bukan di jam istirahat kantor. Menu yang ditawarkan juga variatif, bisa dilihat daftar menunya pada gambar dibawah ini;





Akhirnya pilihan saya jatuh pada Mie Ayam Siomay Pangsit dan Mie Ayam Bakso Pangsit. Karena memang berdasarkan cerita yang saya dengar, menu yang recommended di Mie Sumatera ini adalah Mie Ayamnya. Saya harus sabar menunggu karena antrian pada saat itu lumayan panjang, jadi sembari menunggu makan siang saya tiba, saya ganjal dulu perut saya dengan makanan-makanan kecil yang disediakan disana. Ada pangsit goreng, bakso goreng, dan aneka makanan kecil lainnya, yang sebenarnya cukup mengenyangkan juga karena ukurannya yang cukup besar. Pelayan di Mie Sumatera cukup ramah, walaupun pada saat itu warungnya dipenuhi pengunjung, namun mereka tidak sungkan melemparkan senyum sambil melayani pelanggan dengan ramah.
 


Setelah beberapa saat, akhirnya makanan saya tiba, dua porsi mie ayam yang disajikan dengan kuah hangat yang terpisah. Dari penampilan dan aroma mienya saya sudah berani mengatakan kalau pilihan saya datang kesini tidak keliru. Tekstur Mie Ayam di Mie Sumatera cenderung kecil-kecil namun padat alias tidak pipih. Hal pertama yang selalu saya coba untuk menikmati mie ayam/ yamie adalah dengan memakan mie nya terlebih dahulu tanpa tambahan kuah atau bumbu lainnya. Karena dari situ kita bisa menilai keaslian rasa dari mie tersebut. Dan menurut saya cukup enak, saya tidak bisa bilang mienya enak sekali. Teksturnya lembut, kenyal, dan menyisakan rasa gurih yang cukup terasa di lidah saya. Selanjutnya saya mencampurkan kuah yang disertai bakso, pangsit, dan siomay, sambil menambahkan sambal dan sedikit kecap. Perpaduan kuah kaldu gurih yang masih hangat dengan mie dan pangsit cukup membuat saya menikmati makan siang pada saat itu. Pikir saya, tidak sia-sia saya datang ke Mie Sumatera, at least cukup untuk membuat saya kenyang dan menikmati hidangan yang cukup enak. Selesai menyantap Mie Sumatera ditemani dengan the hangat yang menyegarkan, saya bergegas melanjutkan perjalanan kuliner lainnya di kota Solo. Buat kalian yang penasaran, silahkan mampir ke Mie Sumatera, Anda tidak akan menyesal karena harganya tidak semahal rasanya.





 



(Solo Culinary) Mie Sumatera (Solo Culinary) Mie Sumatera Reviewed by Bernardus Adhika Sagasitas on February 19, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.